google-site-verification: googlef5bfa2421d00dca0.html AULIA ADVERTISING: Infomasi Umroh atau Haji,"BAWA UANG CASH ATAU KARTU ATM," (1)

Senin, 24 Februari 2014

Infomasi Umroh atau Haji,"BAWA UANG CASH ATAU KARTU ATM," (1)

Di hari ke dua di Madinah, lobby hotel menjadi heboh. Seorang bapak dari Bone kehilangan uang. Jumlahnya tidak tanggung-tanggung! Tiga belas juta rupiah! Cash! Ketika ditanya dimana ia menyimpannya selama ini, ternyata ia letakkan di buntelan yang disangkutkan ke ikat pinggangnya. Edodoeee... Uang sebanyak itu dibawa ke mana-mana? Hare geneee?? Ini kejadian nyata. Bukan rekasaya. Ada cerita lain lagi. Yaitu saat ada seorang jamaah hendak menukarkan uang ke money changer. Namun ustadznya enggan untuk mengantarkannya. Dengan PD-nya ustadz tersebut menawarkan untuk menukarkan uang rupiah jamaah tadi dengan reyal yang dimlikinya. Ustadz ini berpikir orang "kampung" seperti jamaahnya yang secara penampilan tidak meyakinkan itu paling banter menukar uang sejumlah beberapa juta saja. Namun, tiba-tiba rasa PD ustadz ini luntur saat melihat si jamaah mengeluarkan bergepok-gepok uang ratusan ribu untuk ditukarkan ke reyal. Hohoho! Ustadz pun pingsan! Nah, kalo ini cerita intinya berdasarkan kenyataan, tapi cerita ustadz pingsannya itu ngarang! Hehehe. Lagi-lagi, hare geneeee bawa uang cashh? ATM kan banyak! Bawa kartu ATM ajah! Repot-repot amat membawa cash sebanyak itu?! Mungkin itulah komentar orang yang melek dengan bank. Namun jangan pula dianggap salah jamaah yang membawa uang cash dalam jumlah banyak. Lah wong itu uang-uang dia, kenapa juga kita yang panas? Hehehe. Baiklah, kembali ke laptop! Membawa uang cash atau kartu ATM menurut saya, sekali lagi menurut saya, hanya masalah kebiasaan saja. Sebagian orang menganggap dengan membawa kartu ATM, semua jadi simple. Jika butuh uang cash, dapat diambil di ATM. Jika butuh bayar ini itu tinggal gesek. Mudah! Itu menurut sebagian orang. Menurut sebagian orang yang lain, yang menurut saya, sekali lagi menurut saya, membawa uang cash justru lebih simple. Tidak perlu mencari mesin ATM hanya untuk tarik tunai. Dan tidak semua jual beli di sana dapat dibayar melalui kartu ATM. Nah, mana yang cocok dengan Anda, yang sesuai dengan kebiasaan Anda, ya monggo dianut dipahami dan dihayati. Hasyah! Apaan sih, nih? *jewek kuping sendiri* Hanya saja, baiknya kita tahu ada peraturan di negeri ini yang menyangkut membawa uang keluar neger dalam jumlah tertentu, harus dilaporkan ke pihak berwenang, dalam hal ini kepolisian. Kalau tidak salah, jika membawa uang cash lebih dari 100jt, maka kita harus melaporkannya. Ini yang rancu menurut saya. Pasalnya, saya pernah membawa uang dollar untuk membayar hotel di Saudi. Yang kalau dirupiahkan jumlahnya hampir 300jt dengan dollar saat itu. Dan itu ditanya oleh petugas X-Ray pun tidak. Smentara di lain waktu, saya membawa rupiah yang jumlahnya kurang lebihnya 50jt, justru tertahan! Petugasnya menanyakan berapa banyak jumlah uang yang saya bawa, dan untuk apa penggunaannya di luar negeri. Rancu? Memang. Karena yang tertera dalam peraturan adalah jumlah 100jt. Kenapa yang 300jt lolos, tapi yang hanya 50jt tidak? Barangkali, sekali lagi barangkaliiii, petugas X-Ray hanya melihat pantulan benang merah di uang kertas, dan memperkirakan jumlah uang yang dibawa tanpa melihat apakah uang yang dibawanya rupiah atau dollar. Wkwkw. Mungkin loh. Karena saat membawa 300jt, saya membawa lembaran mata uang yang rambutnya keriting itu sejumlah 300 lembar. Sementara saat membawa 50jt, uang saya 50rb-an, alhasil deretan uang itu berjumlah 1000 lembar!! Hahaha. Eh, bener gak nih matematikanya. Sorry kalo salah ngitung. Makluminyah. Hehehe.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar