google-site-verification: googlef5bfa2421d00dca0.html AULIA ADVERTISING: Pose Telanjang dan Hot

Rabu, 23 Desember 2015

Pose Telanjang dan Hot

Biro Iklan Aulia Advertising Tangerang Selatan Telp 081384681151

Pose foto di media sosial


Berdosanya seorang wanita sepanjang hari hingga akhir zaman
Kicauan merdu seorang yang taat  dia berkicau atas kegundahan karena perubahan zaman.  gundah akan kaum perempuan dengan keadaan yang memprihatinkan para perempuan yang suka memamerkan hasil jepretan kamera smart phonennya di media sosial. nampak jelas di wajahnya tersirat kekecewaan menatap kenyataan yang ada, terjadi di kalangan kaum hawa saat ini dengan nada merdu dan mengandung arti sangat dalam untuk di terjemahkan dalam bahasa
dia menceritakan saya tidak merasa tertarik sedikit pun dengan perempuan yang memajang pose foto setengah telanjang ada yang tertutup tapi memancing nafsu yang melihat bahkan telanjang bulat tanpa sehelai kain di media sosial dengan kesengajan untuk mendapat kepuasan diri bagi pemilik foto tersebut , seharusnya mereka berpose wajar sopan itu lebih terhormat atau tertutup tanpa keinginan atau niatan memancing hawa nafsu dan lebih menjaga martabat dan kehormatan sebagai perempuan, bukan calon pasangan baik untuk di pilih karena belum bisa menjaga izahnya atau Kehormatannya sebagai wanita yang sesungguhnya dan membiarkan kecantikan dan keindahan tubuhnya dinikmati oleh orang-orang yang tidak berhak atau orang yang tidak semestinya mengetahui aurat seorang perempuan.
Seorang perempuan yang menampakkan foto dirinya di media sosial mungkin telah melanggar larangan untuk tidak tabarruj dan sufur.

Tabarruj artinya seorang wanita menampakkan sebagian anggota tubuhnya atau perhiasannya di hadapan laki-laki asing bukan anggota keluarga atau sedarah. Sedangkan Sufur adalah seorang wanita menampak-nampakkan wajah di hadapan lelaki lain. Oleh karena itu Tabarruj lebih umum cakupannya daripada sufur, karena mencakup wajah dan anggota tubuh lainnya. Yang semeatinya menjadi barang berharga karena termasuk kehormatan seorang perempuan
Tabarruj diharamkan dalam syariat berdasarkan ayat al-Qur’an dan juga hadits,
 “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.” (QS. Al-Ahzab: 33)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ada dua kelompok penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: kaum yang membawa cemeti seperti ekor sapi yang memukuli orang-orang dengannya dan para wanita yang berbaju tapi mereka telanjang, berlenggak lenggok kepala mereka bagaikan punuk unta yang bergoyang. Wanita-wanita itu tidak masuk surga dan tidak mendapatkan baunya padahal bau surga bisa tercium sejauh sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 3971 & 5098)

Apabila seorang perempuan menampakkan gambar atau pose foto dirinya di media sosial lalu dimanakah esensi hijab sebagai al Haya’ yang semestinya menjadi kelambu penutup untuk para kaum hawa yang sesungguhnya atau rasa malu dan bisa disebut penutup kehormatan seorang perempuan. Sebagai seorang muslimah sejati, tentu saja saudariku akan berpikir ribuan kali untuk melakukan hal yang demikian di lakukan. Dan seharunya hijab di gunakan untuk penutup yang baik bukan hanya sebagai hiasan atau sebagai pelengkap berpakaian karena masih banyaknya kaum hawa menggunakan hijab tak semestinya yang artinya  pengunaan hijab tidak sesuai dengan kaidah sebenarnya.



Padahal Rasullullah Shallallahu’alaih wa sallam bersabda yang artinya: “Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlaq dan akhlaq Islam adalah malu” sabda beliau yang lain; “Malu adalah bagian dari Iman dan Iman tempatnya di Surga”.
Allah Azza wa Jalla juga menjadikan kewajiban berhijab sebagai tanda ‘Iffah (menahan diri dari maksiat) dalam firman-Nya, "Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Al Ahzab: 59)

Itu karena mereka menutupi tubuh mereka untuk menghindari dan menahan diri dari perbuatan jelek (dosa), oleh sebab itu “mereka tidak diganggu”. Maka orang-orang fasik tidak akan mengganggu mereka. Dan pada firman Allah “karena itu mereka tidak diganggu” sebagai isyarat bahwa mengetahui keindahan tubuh wanita adalah suatu bentuk gangguan berupa fitnah dan kejahatan bagi mereka. Memancing kejahatan atau kejelekan yang berakibat celaka dari kedua belah fihak antara pemasang foto dan yang melihatnya Wallahua’lam

Apakah anda sudah siap untuk menekan tombol dellet di akun media sosial anda kawanku yang terdapat pose pose anda yang tak seharusnya di pajang dan di pamerkan di kalayak umum dan di sebarkan di mefia media sosial ? Lagian apa untungnya? Apa hanya dengan like dan komentar yang banyak menjadi kebanggaan saudariku? Jangan berbangga dengan hal itu. Tidak kah engkau sadari disa yang berakit tercatan dengan jelas oleh malaikat? Dan dipertanggung jawabkan di akhir hayat nantinya. Marilah mengantinya dengan yang lain. Agar tidak menjadi bencana bagi kaum hawa sekalian
Redhakah laki-laki yang sudah dipersiapkan Allah untuk menjadi pasangan hidup anda? Saya sebagai penulis seorang laki laki sayang akan menjawab dengan tegas TIDAK mungkin saya sebagai kaum adam yang semestinya mendapat privasi ini. karena mereka lah yang berhak (kaum adam) terhadap kecantikan yang kamu miliki sesungguhnya?
Ataukuh lebih redha fotomu di lihat jutaan mata? Dan menyebarkan di seluruh penjuru dan di bagikan lagi dan lagi. Dosa yang beruntun dan berlipat ganda
Jawabnya: bisa anda bertanya kepada lelaki yang mengerti akan ilmu agama yang sesungguhnya akan menjadi imam untuk anda dan keluarga. Bukan laki laki yang pemuja aurat. Yang sudah terlanjur memasang ayolah kita berbaik diri agar senantiasa kita diliputi kebaikan dan kebaikan yang sesungguhnya. Berperilaku yang sesungguhnya, mari kita main dengan aturan yang telah lama di ajarkan dari Tuhan Semesta Alam yang sejuk menyenjukan ini. Sebagai manusia kita harus saling mengingatkan saling meluruskan agar mendapat kebahagian yang abadi di akhirat nanti. Tidak ada sok pintar, tidak ada sok alim yang adalah berbagi kebaikan yang sesungguhnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar